Argumentasi Bahasa Indonesia & Sistem Informasi
Sebelum memulai penulisan tugas Argumentasi (tulisan) ini, muncul sebuah pertanyaan; apa itu Argumentasi? Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf yang dalam penulisannya ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk siapa saja yang berposisi sebagai pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi bias berupa pembuktian, alasan, ataupun ulasan yang obyektif dimana didalamnya disertakan contoh, analogi, sampai sebab akibat juga.
Di dalam benak saya, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang sebenarnya harus tidak boleh dilanggar oleh pengguna Bahasa Indonesia itu sendiri, ini dimaksudkan agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi pada saat bahasa itu digunakan. Kaidah, aturan dan pola-pola dalam Bahasa Indonesia yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat bahasa tersebut. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya, dalam hal ini Bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia juga adalah sebagai suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat sebagai alat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekundernya. Arbitrer sendiri memiliki arti yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.
Fungsi Bahasa Indonesia Dalam Masyarakat :
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
Tentu saja bahasa adalah alat komunikasi, atau bias dibilang juga alat penghubung interaksi paling efisien antara manusia, dalam hal ini tentu saja para pengguna bahasa Indonesia.
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
Komunikasi menimbulkan efek saling mengerti jika penggunaan kata dalam komunikasi tersebut juga secara baik, sehingga kedua atau beberapa pihak yang sedang menggunakannya mengerti satu salam lain, yang efeknya juga bias terjadinya kerja sama atau hal lainnya setelah penggunaan bahasa tersebut.
3. Alat untuk mengidentifikasi diri.
Penggunaan bahasa pada awal-awal bahasa ditemukan, mungkin bias ditandakan sebagai identitas diri. Contohnya seperti masyarakat Indonesia menggunakan Bahasa Indonesiam berarti itu mengidentifikasikan diri pengguna bahasa tersebut sebagai orang Indonesia. Tapi semua berbeda sekarang, dikarenakan pernggunaan bahasa sudah dipakai secara global. Orang Indonesia bahkan tidak bias berbahasa Indonesia, tapi juga mungkin menguasai bahasa-bahasa lain diluar bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi secara global.
Macam-Macam dan Jenis-Jenis Ragam / Keragaman Bahasa :
1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
2. Ragam bahasa pada perorangan atau bisa idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa benyamin s, dan lain sebagainya.
3. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah tertentu atau dialog seperti dialog dalam bahasa madura, dialog dalam bahasa medan, dialog dalam bahasa sunda, dialog dalam bahasa bali, dialog dalam bahasa jawa, dan lain sebagainya.
4. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti contohnya ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang “jalanan”.
5. Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan dan tentu ada juga dalam bahasa tulisan.
6. Ada juga ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal (baku) dan informal (tidak baku).
Bahasa lisan mungkin lebih ekspresif dikarenakan di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukanagar lebih hidaup dan lebih mudah dapat ditangkap oleh pendengarnya. Lidah setajam pisau atau silet oleh karena itu sebaiknya disarankan dalam berkata-kata dalam komunikasi dengan orang lain sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara atau target komunikasi.
Ada juga bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara berkomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat seperti bisu, tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri. Bahasa isyarat tidak akan dibahas pada tugas Argumentasi Bahasa Indonesia kali ini. Karena pada tugas kali ini yang dibahas adalah Bahasa Indonesia secara umum saja.
Mungkin sekian tentang argumentasi yang bias saya sampaikan. Bila ada salah-salah kata harap maklum, karena penulis juga masih dalam tahap belajar dan pengenalan lebih jauh tentang bahasa ibu pembaca, Bahasa Indonesia.
No comments:
Post a Comment