Friday, November 06, 2009

Opini Pendidikan di Dunia Kampus

Pendidikan merupakan bagian penting bagi suatu kebangkitan. Siapapun pasti mempunyai keinginan untuk mengenyam pendidikan. Pendidikan inilah yang akan mengajarkan kepada kita sesuatu hal yang belum kita ketahui. Hanya saja yang ada sekarang sangat jauh dari apa yang diharapkan. Makna dan arti penting pendidikan seolah diabaikan, diganti dengan pemikiran yang mengatasnamakan liberalisasi.

Berbicara pendidikan tentu tidak lepas dari tingkatan yang akan dilalui. Dalam sistem Kapitalisme, setiap tingkatan punya standar tersendiri untuk bisa dikatakan “berprestasi”. Berbagai prosedur dan tahapan dilalui dengan berbagai perubahan yang sampai hari ini semakin memberatkan para pelajar.

Kampus adalah salah satu tingkatan dalam pendidikan, dimana didalamnya berkumpul para intelektual, ada mahasiswa dan juga dosen. Mahasiwa adalah orang-orang yang dididik untuk menjadi para intelektual dan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa. Di tangan merekalah arah perjuangan dan perubahan dilakukan. Merekalah yang diharapkan mampu memimpin bangsa ini ke arah yang lebih baik. Peran penting mahasiswa sebagai agent of change dinanti-nanti oleh masyarakat. Dosen sangat berperan untuk mengajarkan keilmuan yang dikuasainya dan diharapkan mampu mendidik para mahasiswa sesuai apa yang diinginkan oleh masyarakat dan bangsa ini.

Namun ironis, jika kita melihat kondisi sistem pendidikan dalam balutan kapitalisme. Yang nampak dan dirasakan hanyalah keadaan yang sangat memberatkan serta mematikan sikap kritis dan kreatif mahasiswa. Mulai dari biaya yang mahal, sehingga menutup pintu bagi masyarakat yang kurang mampu, sampai kurikulum yang padat sehingga jadwal kuliah penuh seharian setiap harinya. Waktu mahasiswa hanya terbatas pada beberapa kegiatan rutin yaitu kuliah, tugas laporan, makan dan tidur. Akibatnya, mahasiswa dipaksa untuk tidak bisa membagi waktunya melakukan aktivitas penting sebagai seorang muslim yaitu dakwah dan mengkaji islam.

Mahasiswa mempelajari Ilmu pengetahuan hanya sekedar ilmu saja (akademis) dan untuk bisa hidup (mendapat pekerjaan). Hanya mahasiswa yang mempunyai mabda dan pemikiran kritis yang mempelajari ilmu pengetahuan dalam rangka kemaslahatan dan kebangkitan negaranya. Motivasi mempelajari ilmu hanya sebatas untuk mendapatkan nilai dan IPK yang tinggi. Ilmu yang diajarkan sebagaian besar adalah ilmu-ilmu dunia dan bersifat teoritis. Sedangkan Ilmu islam diberikan porsi yang sangat sedikit dan hanya ada pada tingkat pertama. Sehingga, keadaan ini memperparah akidah, pola pikir dan pola sikap mahasiswa. Maka wajar, jika kehidupan kampus dipenuhi dengan kegiatan yang berbau maksiat. Mulai dari aktivitas pacaran, ikhtilat, konser musik, sampai free sex. Mahasiswa juga dibentuk untuk bersikap individualis, cuek, dan pragmatis.

Kampus juga memiliki peran penting bagi arah perpolitikan negara. Mahasiswa dipandang sebagai sekelompok pemuda yang mampu mengadakan suatu perubahan, ini dapat dilihat dari sejarah lahirnya reformasi dengan pergantian rezim. Tentu saja mahasiswa tidak dapat bergerak sendirian, jika tidak disokong oleh orang ataupun organisasi yang mempunyai modal dan kekuatan besar. Sehingga wajar pula apabila di kampus berkembang sejumlah paham-paham yang menyesatkan dan itu diemban oleh sekelompok mahasiswa. Kampus kemudian dijadikan sasaran empuk untuk mengokohkan suatu kepemimpinan baik oleh organisasi maupun ideologi tertentu.

Inilah yang terjadi dengan kondisi sistem pendidikan dinegeri kita, khususnya kampus. Tentu sangat berat bagi mahasiswa yang mengemban mabda Islam untuk mendakwahi dan meraih kepemimpinan kampus. Di samping mereka harus mengikuti sistem yang ada, mereka juga harus membersihkan pemikirannya agar tetap jernih terhadap paham-paham sesat yang didapatinya baik dari perkuliahan maupun opini-opini yang disebarkan. Perjuangan yang akan mengerahkan segala kemampuan, tenaga, waktu, pemikiran dan materi untuk mengubah keadaan ini. Tapi, sadarilah bahwa ini adalah aktivitas mulia yang hanya diemban oleh orang-orang yang terpilih. Yakinlah bahwa janji Allah adalah pasti, kemenangan bagi orang-orang yang berjuang menegakkan Islam.

Jalan-jalan ke Singapura

Ini kali kedua saya punya kesempatan untuk jalan-jalan ke Singapore November 2009 lalu. Bulan November saat itu adalah hari bagi Best Student tempat saya kursus untuk pergi kesana secara Cuma-cumaalias gratis, dan beruntungnya saya adalah mantan Best Student tersebut yang diajak untuk menjadi salah satu guide untuk para student di sana nantinya. Dan saya putuskan untuk ikutan, kapan lagi, walaupun gak jauh-jauh banget tapi kan judulnya luar negeri, lumayanlah buat Refresh.
Passport masih belum expire masa berlakunya, langsung cabut...

Dengan menggunakan salah satu travel langganan yang bekerjasama dengan tempat kursus tersebut, kami semua yang kurang lebih berjumlah 50 orang berangkat dari Jakarta menggunakan Adam Air ke Batam, dan dari Bandara Hang Nadim menggunakan Bis ke Batam Center. Dari batam Center ada pemeriksaan passport dan akhirnya dengan menggunakan kapal penyebrangan dengan waktu tempuh sekitar 60 Menit. Sebenarnya gak terasa juga tiba di harbor Front Singapore, kali pertama bagi saya menggunakan jalan laut dan darat untuk sampai ke Singapura, waktu yang pertama kali pergi saya menggunakan jasa Singapore Airline soalnya.

Lanjut, dari harbor Front, kami menggunakan bis ke penginapan di daerah geylang. Tiba di Hotel, Hujan deras. Hotelnya saya masih ingat eh bukan ingat, tapi karena kartu namanya masih ada di agenda saya waktu pertama kali ke Singpura. Fragrance Hotel – Sapphire. Hotel ini banyak tersebar di wilayah Singapore. tapi untuk daerah geylang ini, memang agak bebas, buktinya ketika kita menuju hotel di lor 14, banyak pemandangan yang menarik bagi kaum Adam, pasalnya wanita banyak sekali yang menawarkan diri di pinggir jalan kepada para pejalan kaki yang melintasi jalan tersebut. pakaiannya wah..Na'udzubillah, semua pakaian belum lengkap alias belum jadi. . Entah kapan lagi ke sini, bercanda! Biaya penginapan di Hotel ini saya tidak tahu karena sudah satu paket dari agen travelnya.

Kegiatan disini lumayan padat yang berpusat di Singapore Expo, jumlah peserta menurut sumber yang sedikitnya bisa dipercaya, jumlahnya sekitar 16 ribu orang. Wow..Jumlah peserta studi banding yang lumayan besar. Jujur saja, baru kali ini aku ikut acara studi banding dengan jumlah peserta puluhan ribu dari berbagai penjuru bumi.

Selain studi banding tentunya tidak luput dari jalan-jalan pastinya. Acara city Tour antara lain berkunjung ke Orchid Road, tempat belanja tapi High Class jadi hanya lihat-lihat saja untuk waktu itu. Soalnya barangnya semua ber-Merk jadi kayaknya belum mungkin sekarang untuk belanja disini. Kalau di paksakan sih bisa saja, tapi mikir lagi saja mendingan!! Rata-rata orang Indonesia yang ke Singapore pasti pernah ke sini. Tempat yang menarik lainnya adalah kampung bugis, China town, tapi di China Town ini kita masih bisa belanja, karen harganya lumayan murah. misalnya paket pulpen dengan harga $S 10 untuk 3 paket atau T-Shirt yang bertuliskan singapore dengan harga $S 10 untuk 3 potong. Tapi bila dibandingkan dengan kualitas T-Shirt di Jakarta, paling gak ITC Depok, masih lebih bagus Depok. Kayaknya sih untuk ukuran gaji di Depok UMR dipake belanja ke Singapore masih mahal. Kecuali pake gaji standar Singapore, Eh..iya..iyalah.

Salah satu tempat belanja yang lumayan hemat adalah Mustafa Center. dari Hotel tempat kami menginap bareng teman-teman lainnya, karena isi taksi cuma berempat, naik MRT turun di little india. Pusat belanja yang satu memang udah terkenal paling murah, dan yang lebih penting lagi buka 24 jam dalam sehari.

Makanan juga gak terlalu jadi masalah disini, karena masih banyak tempat makan yang bertulis halal, walapun mesti tetap berhati-hati untuk mencari makanan yang benar-benar halal. Tapi kalo masih meragukan mesti dilihat kembali. kalo untuk harga sepertinya masih memang diatas standar Jakarta. Misalnya nasi Goreng harganya $S 5 – 6 kalo dikurs ke rupiah per dollarnya 6000 jadi sekitar 36 ribu. Pada hal di Depok aja nasi goreng dekat rumah harganya cuma 5000. dan Air mineral pun harganya sudah paling murah $S 1 , padahal air segitu di Depok cuma 1.500. Yah namanya juga di Singapore, beda sama Depok. Ketika mau pulang kami mampir di Sentosa Island dan tempat wajib lainnya yang dikunjungi adalah berfoto di dekat patung singa yang jadi ciri khas negara ini. Merlion di Raffles City. Pulang ke Indonesia kita tetap melalui jalur Batam Center, tadinya mau coba makanan khas Batam atau sea food lainya, tapi karena waktunya mepet dengan penerbangan sesuai tiket balik ke Jakarta, akhirnya langsung ke Bandara Hang Nadim.

Di Bandarapun masih menyempatkan diri untuk shopping, karena T’Shirt yang bertuliskan Singapore masih lebih bagus kualitas dan harga bila belanja disini. Jadi biar lebih banyak lagi, beli lagi deh. Perjalanan dari Batam ke Jakarta menggunakan Adam Air memakan waktu sekitar 2 jam.
Hmmm…kembali lagi menghirup udara polusi Jakarta.

Monday, November 02, 2009

Komentar film Michael Jackson ‘This Is It’

Film dokumentar menjelang konser comeback Michael Jackson ‘This Is It’ bisa di bilang sebagian bioskop sudah menayangkan film dokumenter tersebut. Film tersebut sudah premier sejak 28 Oktober beberapa waktu yang lalu.

Film dokumenter ini menampilkan semua persiapan Michael menuju konser akbar tersebut. Konser yang gagal terselenggara karena sang King of Pop berpulang akibat serangan jantung pada 25 Juni lalu.

Kamis (23/09/2009) film dokumenter King of pop ini tayang sehari lebih cepat di Los Angeles. Tepat 28 Oktober, film tersebut baru akan ditayangkan serentak di seluruh dunia termasuk dibeberapa biokop besar di Indonesia.

Persiapan konser ‘This Is It’ adalah konsentrasi penuh Michael sebelum ia meninggal dunia. Bahkan dua hari sebelum ia berpulang, Michael sempat melaksanakan latihan di Staples Center Los Angeles. Di stadium olahraga itu pula acara penghormatan terakhir Michael digelar 7 Juli lalu.

Kini jenazah Michael telah berbaring dengan damai di taman pemakaman Forest Lawn, Los Angeles. Pemakaman berlangsung 3 September lalu, 70 hari setelah kematian Michael.
Jumat (25/9/2009), lusinan penggemar Michael Jackson sudah mengantri di luar Nokia Theatre, Los Angeles untuk mendapatkan tiket film ‘This Is It’. Padahal tiket tersebut belum mulai dijual.

Jumat (25/9/2009), AEG, pihak penyelengara baru mulai menjual tiket pemutaran perdana film ‘This Is It’ pada Minggu (27/9/2009) pagi. AEG telah menyediakan 500 tiket dengan desain khusus untuk para penggemar pelantun ‘Heal the World’ itu.

Film ‘This Is It’ diputar secara perdana pada Minggu (27/9/2009) malam lalu di Cinemas Stadium 14, Los Angeles. Sementara film dokumenter ini akan diputar di seluruh bioskop di Amerika sehari kemudian.

Film garapan sutradara ‘High School Musical’ Kenny Ortega itu merupakan film dokumenter yang menyuguhkan persiapan This Is It, konser terakhir Michael Jackson. Selain itu, beberapa lagu MJ dan wawancara keluarganya juga akan ditampilkan.

Satu kata yang mungkin terucap saat menyaksikan film dokumenter ini adalah, luar biasa. Sebuah konsep yang bisa dikatakan tidak baru cuma penyuguhannya begitu segar dan inspiratif serta berkualitas.

Saksikan sendiri di biokop kesayangan anda:)

nb : Bukan promosi:)