Ini kali kedua saya punya kesempatan untuk jalan-jalan ke Singapore November 2009 lalu. Bulan November saat itu adalah hari bagi Best Student tempat saya kursus untuk pergi kesana secara Cuma-cumaalias gratis, dan beruntungnya saya adalah mantan Best Student tersebut yang diajak untuk menjadi salah satu guide untuk para student di sana nantinya. Dan saya putuskan untuk ikutan, kapan lagi, walaupun gak jauh-jauh banget tapi kan judulnya luar negeri, lumayanlah buat Refresh.
Passport masih belum expire masa berlakunya, langsung cabut...
Dengan menggunakan salah satu travel langganan yang bekerjasama dengan tempat kursus tersebut, kami semua yang kurang lebih berjumlah 50 orang berangkat dari Jakarta menggunakan Adam Air ke Batam, dan dari Bandara Hang Nadim menggunakan Bis ke Batam Center. Dari batam Center ada pemeriksaan passport dan akhirnya dengan menggunakan kapal penyebrangan dengan waktu tempuh sekitar 60 Menit. Sebenarnya gak terasa juga tiba di harbor Front Singapore, kali pertama bagi saya menggunakan jalan laut dan darat untuk sampai ke Singapura, waktu yang pertama kali pergi saya menggunakan jasa Singapore Airline soalnya.
Lanjut, dari harbor Front, kami menggunakan bis ke penginapan di daerah geylang. Tiba di Hotel, Hujan deras. Hotelnya saya masih ingat eh bukan ingat, tapi karena kartu namanya masih ada di agenda saya waktu pertama kali ke Singpura. Fragrance Hotel – Sapphire. Hotel ini banyak tersebar di wilayah Singapore. tapi untuk daerah geylang ini, memang agak bebas, buktinya ketika kita menuju hotel di lor 14, banyak pemandangan yang menarik bagi kaum Adam, pasalnya wanita banyak sekali yang menawarkan diri di pinggir jalan kepada para pejalan kaki yang melintasi jalan tersebut. pakaiannya wah..Na'udzubillah, semua pakaian belum lengkap alias belum jadi. . Entah kapan lagi ke sini, bercanda! Biaya penginapan di Hotel ini saya tidak tahu karena sudah satu paket dari agen travelnya.
Kegiatan disini lumayan padat yang berpusat di Singapore Expo, jumlah peserta menurut sumber yang sedikitnya bisa dipercaya, jumlahnya sekitar 16 ribu orang. Wow..Jumlah peserta studi banding yang lumayan besar. Jujur saja, baru kali ini aku ikut acara studi banding dengan jumlah peserta puluhan ribu dari berbagai penjuru bumi.
Selain studi banding tentunya tidak luput dari jalan-jalan pastinya. Acara city Tour antara lain berkunjung ke Orchid Road, tempat belanja tapi High Class jadi hanya lihat-lihat saja untuk waktu itu. Soalnya barangnya semua ber-Merk jadi kayaknya belum mungkin sekarang untuk belanja disini. Kalau di paksakan sih bisa saja, tapi mikir lagi saja mendingan!! Rata-rata orang Indonesia yang ke Singapore pasti pernah ke sini. Tempat yang menarik lainnya adalah kampung bugis, China town, tapi di China Town ini kita masih bisa belanja, karen harganya lumayan murah. misalnya paket pulpen dengan harga $S 10 untuk 3 paket atau T-Shirt yang bertuliskan singapore dengan harga $S 10 untuk 3 potong. Tapi bila dibandingkan dengan kualitas T-Shirt di Jakarta, paling gak ITC Depok, masih lebih bagus Depok. Kayaknya sih untuk ukuran gaji di Depok UMR dipake belanja ke Singapore masih mahal. Kecuali pake gaji standar Singapore, Eh..iya..iyalah.
Salah satu tempat belanja yang lumayan hemat adalah Mustafa Center. dari Hotel tempat kami menginap bareng teman-teman lainnya, karena isi taksi cuma berempat, naik MRT turun di little india. Pusat belanja yang satu memang udah terkenal paling murah, dan yang lebih penting lagi buka 24 jam dalam sehari.
Makanan juga gak terlalu jadi masalah disini, karena masih banyak tempat makan yang bertulis halal, walapun mesti tetap berhati-hati untuk mencari makanan yang benar-benar halal. Tapi kalo masih meragukan mesti dilihat kembali. kalo untuk harga sepertinya masih memang diatas standar Jakarta. Misalnya nasi Goreng harganya $S 5 – 6 kalo dikurs ke rupiah per dollarnya 6000 jadi sekitar 36 ribu. Pada hal di Depok aja nasi goreng dekat rumah harganya cuma 5000. dan Air mineral pun harganya sudah paling murah $S 1 , padahal air segitu di Depok cuma 1.500. Yah namanya juga di Singapore, beda sama Depok. Ketika mau pulang kami mampir di Sentosa Island dan tempat wajib lainnya yang dikunjungi adalah berfoto di dekat patung singa yang jadi ciri khas negara ini. Merlion di Raffles City. Pulang ke Indonesia kita tetap melalui jalur Batam Center, tadinya mau coba makanan khas Batam atau sea food lainya, tapi karena waktunya mepet dengan penerbangan sesuai tiket balik ke Jakarta, akhirnya langsung ke Bandara Hang Nadim.
Di Bandarapun masih menyempatkan diri untuk shopping, karena T’Shirt yang bertuliskan Singapore masih lebih bagus kualitas dan harga bila belanja disini. Jadi biar lebih banyak lagi, beli lagi deh. Perjalanan dari Batam ke Jakarta menggunakan Adam Air memakan waktu sekitar 2 jam.
Hmmm…kembali lagi menghirup udara polusi Jakarta.
No comments:
Post a Comment